Saat cinta tak berlogika hadir dalam jiwa, merasuk,  membelenggu sang akal yang seharusnya dapat berjalan seiringan.  Namun Sang Pemilik Cinta telah mengguratkan skenario, saat cinta bukan karenanya hadir maka semuanya hanyalah angan yang tak akan pernah mencapai keabadian. Energi positif cinta akan terserap oleh kelemahan hujjah cinta.   Cinta yang seharusnya menjadi penguat jiwa para pejuang akan berlaku sebaliknya.  Cinta akan melemahkan semangat berjuang layaknya cinta Kikyou dan Inu Yasha.  Semangat juang itu melebur dalam kisah cinta yang tragis. *Inspiring by Inu Yasha episode 147&148


Aku tidak tertarik siapa dirimu, atau

Bagaimana kau tiba di sini

Aku ingin tahu apakah kau mau berdiri di tengah api

Bersamaku dan tak mundur  teratur.

Aku tidak tertarik di mana atau dengan siapa kau belajar.

Aku ingin tahu apakah yang menjagamu dari dalam,

saat segala hal berjatuhan.

Aku ingin tahu apakah kau bisa sendirian bersama dirimu,

Dan apakah kau benar-benar menyukai temanmu

di saat-saat hampa.

                                                                                -Jean Houston, A Passion for The Possible

 

Berjalan menapaki pematang sawah yang melenggok anggun di antara batang-batang padi yang menghijau. Menyejukkan. Menyentuh saraf-saraf yang paling dalam, melunakan hati yang bebal dengan keangkuhan manusia.  Udara pagi mengalun lembut dalam helaian kulit yang tampak bercahaya keemasan ditimpa cahaya mentari.  Mentari memang tak akan pernah kalah pesona dengan desiaran angin yang menjadikan padi-padi itu melenggok penuh pesona.  Dengan cahaya keemasaanya mentari merangkul hari dengan iringan serenade pagi.  Air pun tampak berkejaran harmonis di sela hamparan rumput yang basah dengan embun.  Indah. Harmoni.

Pemandangan ini kini tampak berbeda dengan dialog hati yang tampak resah dengan kondisi yang ada.  Desa ku yang telah lama kutinggal kini aku kembali. Menatapnya dengan nanar.  Penuh luka, penuh cerita.  Hanya hembusan nafas pajang yang mampu mengekspresikan suasana jiwa ku saat itu. Bukan amanah yang menggunung yang kini menjadikan hati ini kelabu, buan cita yang terhempas yang membuat resah itu meradang.  Hanya ada ruang hati yang lama tak terbuka kini mulai menemukan kunci untuk menebarkan titk terang di ruang itu.  Semangat untuk berkarya.  Berkarya Nyata. Ya, BERKARYA NYATA. Berkarya nyata untuk orang-orang yang telah lama menyimpan benih di tanah kelahiran.  Menunggu benih itu menghasilkan buah yang ranum.  Namun, buah itu tak kunjung hadir.  Saat taka da semagat MUDA yang bisa membuat benih itu berkecambah, tumbuh berbunga dan berbuah.

Kesejahteraan memang kadang melenakan.  Memendekan cita, mematikan asa yang besar untuk berkarya.  Suatu saat memang kita perlu menengok tanah kelahiran yang mungkin selama ini kita tinggal.  Coba lihat para perantau itu.  Menyebrang lautan, menyimpan sejuta rindu akan tanah kelahirannya.  Memeram kasih untuk kesejahteraan tanah kelahiraannya.  Kerinduan  dan kasih sayang yang tersimpan itu berbuah tekad untuk menjadi deretan nama orang-orang sukses.Menyimpan asa akan tanah kelahirannya menjadi lebih baik. Senantiasa melakukan usaha yang terbaik dalam setiap langkahnya.

Larut dalam gerakan lambat dalam benak.  Menatap lemah gerakan perlahan dia depan mata. Mengumpulkan kepingan ingatan akan tekad untuk menjadi “sosok yang luar biasa”.  Perlahan kuputar episode hidup yang yang telah terekam dalam ruang kenangan.  Luar biasa.  Artinya saya siapa menjadi sosok yang BERBEDA.  Aktivitas berbeda dengan orang lain, di luar kebiasaan orang banyak. Prinsip yang dianggap sebagai ghurobah, di luar prinsip khalayak ramai. Bergerak lebih banyak dari kebanyakan orang, kontribusi yang tidak biasa. Sebuah konsekuensi logis saat energi yang dibutuhkan pun akan di luar kebiasaan dari kebanyakan orang.

Senja beranjak pergi. Meninggalakan gelap malam sendiri menyepi. Perlahan butiran hujan merayapi jendela melukis kisah hujan malam ini.  Menatap rekam jejak selama dua tahun menyibak jalan panjang.  Mengumpulkan kepingan kontribusi yang telah diberi. Yang ditemukan hanya ruang hampa yang dipenuhi sileut sederhana yang minim makna.

Semangat menemukan embun berkah akan jalan ini..

Kamis, 14 Juli 2011

Calendar
Maret 2017
M S S R K J S
« Jan    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Tag
Arsip
Arsip